♫ You're Reading
Other

Membangun Semangat Muda dengan Cara Berbeda

Aksi untuk Indonesiaku – Meski negara kita tercinta ini telah merdeka dari tindasan penjajah selama lebih dari 3,5 abad, wajib hukumnya bagi kita untuk tetap membawa semangat juang para pahlawan yang telah mengabdi demi kemerdekaan bangsa Indonesia tercinta ini. Dahulu, para pemuda senantiasa mengerahkan segala jiwanya, kekuatannya dan rela meninggalkan segala hartanya demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Namun kenyataannya, para pemuda pada jaman ini sudah tidak lagi memiliki semangat kepahlawanan seperti dahulu. Meski, beberapa justru ada yang mencolok dimata dunia yang disebut dengan “semangat muda.”

Teks Asli Sumpah Pemuda
(Google)

Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah yang  Satu, Tanah Indonesia

Kedua     : Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa yang Satu Bangsa Indonesia

Ketiga     : Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia

Tidak hanya mengetahui apa itu Sumpah Pemuda, namun kita para pemuda juga harus menjalankan amanat dari para pejuang yang telah mengikrarkan dirinya, menerapkannya dalam kehidupan masyarakat, sebagai masyarakat merdeka.

Sudah terlalu banyak artikel yang memuat tentang keburukan Indonesia, mulai dari pendidikan, kriminalitas, ekonomi makro dan mikro dan yang paling disayangkan adalah tentang korupsi yang merajalela hingga ke tingkatan pemerintah terkecil. Dan tidak adil rasanya jika kita dibutakan dari prestasi yang telah diperoleh Indonesia.

Media massa mengambil peranan penting dalam doktrinasi para masyarakat Indonesia. Karena, media massa-lah yang memberikan informasi what was happened? why that happened? who done it? Sayangnya, tidak semua media massa memberikan berita dengan doktrin-doktrin yang baik, justru memburukkan Indonesia di mata rakyatnya sendiri, ini fakta bukan opini. Kepentingan pribadi memberikan efek buruk bagi orang lain, media massa cenderung berfikir “berita yang heboh, penonton semakin tertarik” prinsip itulah yang menyebabkan mereka membuat berita hanya sekedar sensasi, meskipun memang ada juga media massa yang masih bermain sehat dan masih menjadi tontonan pilihan masyarakat. Hal seperti ini sangat umum di dunia, bukan hanya di Indonesia. Maka dari itu, marilah kita sampaikan berita yang sesuai dengan fakta sehingga tidak terkesan berlebihan, dengan cara bagaimana? Banyak cara yang bisa ditempuh, mulai dari menyampaikan kabar dengan sebenar-benarnya, hingga dalam lingkup luas seperti blog, TV, koran dan sebagainya.

Pada 28 Oktober 1928, tokoh-tokoh seperti Sugondo Joyopuspito, Muh. Yamin, Amir Syarifudin, Djoko Marsaid dan lain-lain merupakan para pemuda yang mengikrarkan janji semangat juang para pemuda yang  kemudian dikemas dalam Sumpah Pemuda, para pemuda masa kini jarang sekali yang mengenal nama-nama tokoh Sumpah Pemuda ini, mereka cenderung hanya mengetahui dari buku pelajaran dan hilang begitu saja. Bayangkan saja jika bangsa ini tidak memiliki tokoh-tokoh ini, akan menjadi apa bangsa kita?

Kritikan demi kritikan datang menyikapi masalah ini, para pemuda menjadi “korban” kritikan ini, padahal tidak semua pemuda berperilaku seperti ini, bukan? Marilah bersama-sama kita para pemuda, para penerus bangsa, ujung tombak masa depan Indonesia, buktikan pada dunia bahwa pemuda Indonesia memiliki semangat juang yang tinggi, tentu dengan cara yang baik. Sebenarnya kesan “pemuda nakal” atau “pemuda tanpa rasa semangat juang” adalah pemuda yang salah dalam mengungkapkan rasa juangnya, mereka cenderung tidak bisa menahan emosi, apalagi jangka waktu dekat ini, banyak sekali pemuda di Jakarta yang terlibat dalam tawuran, bahkan ibukota Indonesia ini memiliki pemuda dengan jumlah penderita HIV terbesar, baik dari faktor seks bebas, narkotika atau keturunan dengan angka 2605 kasus dimana 1273 HIV positif, 1332 AIDS, dengan kematian 234 kasus (data : http://chirpstory.com/li/18211).

Marilah menyikapi titik balik dari kasus ini, sudah banyak pemuda Indonesia yang melaju ke jenjang Internasional dalam rangka lomba atau sekedar memperkenalkan budaya Indonesia. Hal yang membanggakan ini merupakan titik balik dari hal-hal buruk yang ada di Indonesia, seperti halnya mahasiswa UGM yang telah mencetak namanya diajang robotika Internasional ini.

Selain itu ada juga kisah Terrenz Kelly Tjong dan Lynn Kaat Kurniawan yang menjadi ilmuwan muda dunia ada juga beberapa prestasi lainnya :

  • Peringkat Pertama Olimpiade Fisika Internasional ke-37 Tahun 2006.
  • Meraih Gelar The Absolute Winner pada Olimpiade Fisika Internasional ke-37 atas nama Jonathan Pradana Mailoa.
  • Juara Olimpiade Biologi dan Olimpiade Kimia Tahun 2006
  • Para pelajar Indonesia berkali-kali mendapat peringkat atas dalam First Step to Nobel Prize.
  • Indonesia menempati peringkat 20 besar dalam bidang komputer dan sering membawa pulang medali perak dan perunggu.
  • Pelajar Indonesia sering menjuarai kompetisi komputer seperti di India, Las Vegas dan lainnya.
  • Juara Dunia Catur Pelajar KU-15 pada tahun 2007 di Yunani atas nama Farid Firmansyah.
  • Juara Dunia Catur Pelajar KU-9 pada tahun 2005 di Yunani atas nama Aston Taminsjah.

Dan tentu masih ada segudang prestasi yang telah diperoleh para pemuda Indonesia. Dengan inilah yang dimaksud dengan semangat muda dengan cara berbeda, jika dahulu para pemuda menunjukkan semangat juangnya dengan membawa senjata, para pemuda masa kini haruslah menunjukkan semangat juangnya dengan membawa prestasi dan mengharumkan nama Indonesia dimata dunia, sehingga bangsa kita tidak dipandang setengah mata oleh negeri lain.

Poin ke-tiga dari Sumpah Pemuda, “Kami Putra dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan Bahasa Indonesia” sangat kontras bahwa poin ini mulai ditinggalkan para pemuda, seperti kata Alay (anak lebay, anak layangan ~ ababil) yang keluar jauh dari falsafah Indonesia, bahkan ada joke yang menyikapi hal ini.

Tahun 1928 = Soempah Pemoeda

Tahun 1999 = Sumpah Pemuda

Tahun 2010 = 5umP4h p3Mud4

Tahun 2012 = Cumpah? Miapah?

Sumber : Meme Comic Indonesia [Facebook]

Hal-hal seperti ini sebenarnya tidak terlalu mengusik politik di Indonesia, apalagi dapat mengubah falsafah negara, namun alangkah lebih baik jika para pemuda meninggalkan kebiasaan buruk ini yang akan mencoreng citra Indonesia.

Marilah berjuang ! Wujudkan semangat juang ! Bangkitkan nama Indonesia ! Tinggalkan keburukan, gapai cita-cita ! Tunjukkan pada dunia bahwa Indonesia negara merdeka !

Ir. Soekarno ~ Presiden Pertama RI quote

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya”

“Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

Artikel untuk lintas.me (www.lintas.me)

Aksi untuk Indonesiaku

Pressdesain ©

About Sani Nugroho

simple writer.

Discussion

4 thoughts on “Membangun Semangat Muda dengan Cara Berbeda

  1. When we choose to do the opposite of nothing, then we can do something to help others
    and make a difference. The player who spins the coin is referred to as the spinner.
    Most video game testers reported that their salary falls between $15,000 and $55, 000
    in a year.

    Posted by Tangela | 3 June 2013, 11:03 am
  2. Enjoying the service of Odyssey – Streaming – Radio is so easy.
    So your personal, non-commercial, watercraft is exempt from a licensing requirement.
    Whats more is that 2G phones can come in a tinier and slimmer package, even its batteries.

    Posted by radio lancashire live | 2 June 2013, 5:20 am
  3. Better you connect another mouse with your computer.
    On the bright side, the actual functionality of the integration is
    perfect. There are twelve programmable G-Keys on the left
    side of the keyboard.

    Posted by Fredericka | 26 May 2013, 7:19 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Wonderful Indonesia, Perkenalkan Indonesia « PressDesain - 11 December 2012

Beri Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

✄ Fanpage

✄ More Article

Bagaimana cara membuat daftar isi ? Klik Disini

Scroll Down To See More Article

  • ✄ Tweets

    Tentang PressDesain

    wordpressPressDesain menggunakan tema The Morning After. Informasi lebih lanjut silahkan ke Blog Element

    PressDesain